Kamis, 03 September 2009


Sekolah Gratis Sekolahku

Sekolah gratis yang berada di bawah naungan Yayasan Hope berlokasi di daerah pendongkelan ini sangat terlihat memprihatinkan. Sekolah yang dibuat bagi anak-anak jalanan ini sangatlah jauh dari kesan sekolah yang biasa kita lihat. Jika anda kesana mungkin anda tidak akan pernah tahu dimana sekolah tersebut berada. Mungkin anda tidak pernah membayangkan bahwa rumah warga disanalah yang dijadikan sebagai kelas untuk mengajar anak-anak tersebut.

Disini yang dijadikan kelas dadakan ada tiga rumah. Setiap rumah dibagi-bagi menjadi kelas satu sampai kelas enam. Jadwal mengajarnyapun berbeda dengan sekolah-sekolah pada umumnya, jika pada sekolah umum semua siswa masuk pada pagi hari maka disini dibagi menjadi kelas pagi dan kelas siang. Anak-anak kelas satu sampai tiga masuk pada pagi hari dan kelas empat sampai kelas enam masuk pada siang hari.

Jika ditinjau dari kelayakan sebuah bangunan untuk sekolah, sebenarnya sekolah ini sama sekali tidak memenuhi syarat untuk dijadikan bangunan sekolah, karena menurut aturan Depdikbud sebuah sekolah minimal mempunyai WC murid dan guru yang terpisah, sedangkan di sini WC-nya saja numpang di WC umum milik masyarakat setempat. Selain itu kalau mau senam dan upacara anak-anak harus pergi ke lapangan kelurahan setempat, itu pun kadang tidak bisa upacara atau olahraga kalau pas ada acara kelurahan. Sedangkan kalau main bola mereka main di lapangan pinggir kali, ini jelas tidak layak karena berbahaya takutnya mereka “lepas rem” kalau ngejar bola, sehingga bisa saja nyebur ke kali.

Sekolah yang beralamatkan di Jalan Pemuda Raya Pendongkelan Jakarta Timur tersebut dibentuk pada tanggal 2 Mei 2007 untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional. Pendiri yayasan tersebut adalah iqbal, ia mengaku prihatin dengan nasip anak-anak jalanan yang sangat banyak di Indonesia. Sebagai bentuk rasa pedulinya kepada anak-anak tersebut ia akhirnya bertekad untuk mendirikan yayasan ini dan memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak jalanan. Ia berkata bahwa anak-anak adalah penerus bangsa ini sehingga kita berkewajiban untuk membantu anak-anak tersebut demi masa depan bangsa ini juga.

Jika dibandingkan dengan kehidupan kita yang berkemampuan mungkin hal tersebut tidak pernah terbayangkan. Oleh karena itu saya berharap kepada saudara-saudara sekalian atas bantuannya, kalau tidak bisa mohon memberikan referensi kepada siapa atau ke institusi apa saja agar SD ini mendapat dukungan, karena setahu saya ada institusi atau company yang punya dana atau program yang menyangkut kepudilian sosial.

 

1 komentar:

Sonia Probowo mengatakan...

udah bagus.. keep blogging yah...

Posting Komentar

 
Site Meter